Senin, 30 November 2020

TERMODINAMIKA

 TERMODINAMIKA

Energi

    Segala sesuatu di dunia ini sangat bergantung kepada energi. Tiap hari kita selalu berhubungan dengannya. Energi merupakan  pengatur segala benda, tata nilai dan aktivitas manusia, dan alam.

Bentuk - Bentuk Energi

1. Energi Nuklir
Energi nuklir adalah jenis energi yang dihasilkan dari proses reaksi nuklir. Reaksi nuklir terjadi di inti atom yang pecah atau bergabung menjadi inti atom yang lain dan partikel lain.

2. Energi Kimia
Energi kimia adalah salah satu bentuk energi, yang tersimpan dalam ikatan kimia antar atom dan dapat diubah menjadi bentuk energi lain melalui reaksi kimia.

3. Energi Radiasi
Energi radiasi adalah energi yang dibawa oleh gelombang elektromagnetik, dapat ditularkan melalui sejumlah media, termasuk cahaya tampak, sinar gamma, gelombang radio, sinar-x, gelombang inframerah dan gelombang ultraviolet.

4. Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang tersimpan pada suatu benda. Misalnya, benda yang berada pada ketinggian tertentu maka benda tersebut memiliki energi potensial.

5. Energi Termal
Energi termal ialah energi yang memiliki kaitan dengan gerak acak atom dan molekul, dinamai termal karena energi ini dapat diukur melalui suhu (termal).

Suhu

Suhu adalah ukuran energi panas. Termokimia adalah studi tentang energi panas yang dikaitkan dengan reaksi kimia dan / atau transformasi fisik.

Reaksi Eksotermik dan Endotermik

Reaksi eksotermik merupakan reaksi atau proses yang melepaskan energi, biasanya dalam bentuk panas atau cahaya.

C3H8 + 5O2 → 3CO2 + 4H2O

Reaksi endotermik adalah reaksi yang membutuhkan energi luar, biasanya dalam bentuk panas, agar reaksi dapat dilanjutkan. Karena reaksi endotermik menarik panas dari lingkungannya.

Termodinamika

Termodinamika adalah cabang fisika yang berhubungan dengan hubungan antara panas dan bentuk energi lainnya.

Hukum Termodinamika


Hukum pertama termodinamika disebut juga sebagai hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan tapi hanya dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk lain.
                ΔEsistem + ΔElingkungan = 0
                ΔEsistem = -ΔElingkungan

Hukum pertama termodinamika
                        ΔE = q + w
dimana :

q = ΔH dan w = -PΔV

ΔE = ΔH - PΔV
ΔH = ΔE + PΔV

Pekerjaan dilakukan pada sistem


w = F x d
w = -P x ΔV
P x V = F/d² x d³ = F x d = w

dimana : 

ΔV > 0
-PΔV < 0
wsistem < 0

Entalpi


Jika suatu proses pada tekanan tetap dilakukan dengan tanpa adanya kerja yang dilakukan pada proses tersebut.

ΔH = H (Produk) - H(reaktan)

ΔH panas yang dilepaskan atau diserap selama reaksi pada tekanan konstan.

Persamaan Termokimia


Persamaan Termokimia adalah persamaan kimia stoikiometri seimbang yang mencakup perubahan entalpi, ΔH. Dalam bentuk variabel, persamaan termokimia akan terlihat seperti ini:

A + B → C

koefisien stoikiometri selalu mengacu pada jumlah mol suatu zat

H2O (s) → H2O (l)         ΔH = 6,01 kJ/mol

Apabila persamaan reaksi ditukar maka :

H2O (l) → H2O (s)         ΔH = -6,01 kJ/mol

Apabila reaksi dikalikan bilangan n maka :

2H2O (s) → 2H2O (l)         ΔH =2 x 6,01 kJ/mol = 12,02 kJ/mol

Hukum Hess

Merupakan suatu teorema yang digunakan untuk menentukan tingkat perubahan entalpi (ΔH) dalam suatu reaksi. Dalam hukum ini, terdapat perubahan dinyatakan untuk fungsi dari keadaan, perubahan reaksi kimia yang memiliki nilai sama. Hal tersebut diperlukan sebagai pencapaian hasil reaksi yang berbeda. 


Contoh Soal :

1. Kerja yang dilakukan untuk menempatkan suatu gas adalah 74 J. Sebagai hasilnya, 26 J kalor dibebaskan ke lingkungan. hitunglah perubahan energi gas.

Penyelesaian :

Dik : W = -74 J {Nilai (-) karena melakukan kerja}

         q = -26 J {Nilai (-) karena melepas kalor}

Dit :  ΔE = ?

Jawab :  ΔE = q + W

                    = -26 J + (-74) J

                    = -100 J

2. suatu gas memuai dan melakukan kerja p-v pada lingkungan yang sama dengan 325 j. pada sama yang sama, gas menyerap kalor sebanyak 127 j dari lingkungan. hitunglah perubahan energi dalam gas.

Dik : W = -325 J {Nilai (-) karena melakukan kerja}

         q = 127 J {Nilai (+) karena menyerap kalor}

Dit :  ΔE = ?

Jawab :  ΔE = q + W

                    = 127 J + (-325) J

                    =  -198 J


Sumber : Raymond Chang. Kimia Dasar Edisi ketiga Jilid 1.



Kamis, 29 Oktober 2020

 Hukum Gas Ideal

    Gas ada dimana-mana, dan ini adalah kabar baik dan kabar buruk bagi ahli kimia. Kabar baiknya: ketika mereka bertingkah laku, sangat mudah untuk menggambarkan perilaku mereka secara teoritis, eksperimental, dan matematis. Kabar buruknya adalah mereka hampir tidak pernah berperilaku baik. bagaimana tidak satupun dari orang-orang itu adalah Robert Boyle, dan bagaimana persamaan gas ideal memungkinkan Anda mengetahui tekanan, volume, suhu, atau jumlah mol.

Robert Boyle

    Robert merupakan anak ke-14 dari Bangsawan Cork yang sangat kaya dan saleh sehingga menganggap semua kepunyaannya berasal dari Allah. Keluarga ini benar-benar membentuk seorang anak yang sangat jenius. Robert Boyle lahir dari istri kedua Richard Boyle, Catharina. Diumurnya yang ke-8, Robert sudah fasih berbahasa Yunani dan Latin. Lalu diumur 12 tahun, Robert berkeliling Eropa bersama tutornya untuk mempelajari karya-karya ilmuan besar, seperti Galileo Galilei.

    Sejak kecil, Robert sudah memiliki bakat sebagai orang besar melalui kemampuannya berpikir kritis dan selalu terdorong memikirkan hal-hal yang ada di sekelilingnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Robert pernah mengenyam pendidikan formal selama tiga tahun di Eton Collage, Windsor, Inggris. Robert hanya bersekolah formal selama tiga tahun karena adanya pergantian kepala sekolah yang memiliki cara mengajar yang berbeda dengan kepala sekolah sebelumnya dan hal tersebut tidak cocok dengan pribadi Robert. Lalu pada umur 12 tahun Robert berkeliling Eropa bersama tutornya. Hal ini mampu membuat pemikiran Robert berkembang lebih cepat karena adanya proses diskusi dan tanya jawab secara langsung. Selanjutnya, Robert mulai mengembangkan minatnya dibidang Matematika dan Sains.

Hukum Gas Ideal

P V = nRT = k (Hukum Boyle)

V / T = n R / P = b (Hukum Charlie)

V / n = R T / P = b (Hukum Avogadro)

1 ATM merupakan 101325 Pascals = 100 kPascals


    mengurangi jumlah mil akan mengurangi volumenya, tetapi dalam kasus balon tekanan sebenarnya naik karena tekanan terkait dengan kelengkungan (inilah mengapa paling sulit untuk meledakkan balon saat Anda memulainya dan kemudian menjadi lebih mudah).

STP=0°C 100kPa
n at STP=22,4 L
ABSOLUTE ZERO=0 K=-273,15°C

Senin, 28 September 2020

 Kesimpulan Video

Elements and Compounds (Video 1)

        Elemen adalah zat yang tidak dapat dipecah menjadi sesuatu yang lebih sederhana. Di Kehidupan ini terdapat 118 elemen yang dimana sudah disusun di tabel periodic. sedangkan, Senyawa (Compounds) Merupakan gabungan dari 2 elemen atau lebih. Apabila ingin membuat sebuah senyawa diperlukannya sebuah rumus kimia. Apa itu rumus kimia? Rumus kimia berfungsi menunjukkan komposisi unsur-unsur penyusun suatu senyawa. Contoh senyawa adalah H2O (Air) yang dimana H (Elemen) + O(Elemen).

Mixtures (Video 2)

        Campuran (Mixtures) adalah Kombinasi fisik dari dua atau lebih zat yang mempertahankan sifatnya sendiri dan dapat dengan mudah dipisahkan. Campuran hampir sama seperti Senyawa, hanya saja Campuran merupakan kombinasi secara fisik sedangkan Senyawa kombinasi secara kimia.

        Ada 2 tipe Campuran :

  1. Campuran heterogen, Campuran yang dimana zat tersebut dapat terlihat bagian - bagiannya secara mudah.
  2. Larutan yang tercampur. seperti Teh manis, dimana kita tahu teh manis tersebut berisi dari pelarut dan terlarut.

Macam - Macam Pemisahan Campuran (Video 3)

    1. Filtrasi

      Metode untuk memisahkan cairan dengan padatan. proses filtrasi dilakukan dengan menggunakan sebuah benda yaitu Filter (Kertas Saring). Contoh : Pemisahan kelapa dengan santan, Pemisahan bubuk kopi dengan air.

    2. Dekantasi

      Metode ini sama fungsinya seperti Filtrasi tetapi berbeda cara saja. apabila filtrasi menggunakan filter, dekantasi  hanya dengan menuangkan larutan secara perlahan sehingga padatan akan tertinggal didalam wadah. Dekantasi ini caranya cukup mudah dan memakan waktu singkat saja dibanding filtrasi, tetapi cara dekantasi ini tidak begitu efektif dibandingkan filtrasi. Contoh : Memisahkan air dengan pasir.

    3. Sentrifugasi

     Metode ini digunakan untuk menggantikan partikel penyaringan padat, halus, dan jumlah campurannya lebih sedikit. Metode ini menggunakan alat khusus tersendiri yaitu alat sentrifugasi. Contoh : Pemisahan susu menjadi susu krim.

    4. Evaporasi

     Pemisahan zat padat yang terlarut dilarutan berdasarkan perbedaan titik didih. Proses ini menggunakan teknik penguapan. Contoh : Siklus hujan.

    5. Ekstrasi

     Metode pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan pelarutan zat terlarut didalam pelarut yang berbeda. Proses ini dilakukan dengan cara penyaringan. Contoh : Jus.

    6. Distilasi

     Metode pemisahan campuran zat cair dari larutannya berdasarkan titik didih. Proses ini dilakukan dengan cara penyulingan. Contoh : Pemisahan air tawar dan air laut.

    7. Sublimasi

     Metode pemisahan campuran sesama zat padat berdasarkan perubahan wujud zat. Proses ini dilakukan dengan cara menyublim. Contoh : Memisahkan pasir dari kapur barus.

    8. Rekristalisasi

     Pemisahan campuran dengan cara mengendapkan zat terlarut dalam larutan yang awalnya berupa cairan. proses ini menggunakan suhu rendah untuk membuat cairan mengendap. Contoh : Proses Pembuatan garam. 

    9. Corong Pisah

     Alat yang digunakan untuk memisahkan dua cairan yang tak bisa terlarut. Contoh : Pemisahan air dengan minyak.


                 

Rabu, 23 September 2020

Materi dan Perubahannya

    MATTER / MATERI

Kesimpulan Video 1 (Solids, Liquids, Gases)

            Materi Adalah apapun yang memakan ruangan. Materi terbagi menjadi 3 bagian yaitu Padat, Cair, dan Gas. Keadaan 3 Materi ini dapat diketahui dari kecepatan si molekul bergerak.

Urutan kecepatan dari yang tertinggi hingga kerendah yaitu :

1. Gas

2. Cair

3. Padat


1. Gas

    Gas merupakan materi dengan kecepetan molekul yang tinggi. biasanya kecepatan molekul tersebut dipengaruhi dari suatu suhu. Semakin tinggi suhu tersebut semakin cepat molekul tersebut bergerak. Contoh : Asap dari Korek api (Kecepatan molekul nya sangat cepat).

2. Cair

    Cair merupakan materi dengan kecepatan molekul yang rata-rata (lebih lambat dibanding gas). Cair terbentuk dari gas yang dimana si molekul gas bergerak lebih lambat dan suhu si gas pun mulai berkurang, lalu berubah wujud menjadi cair yang bisa disebut dengan peristiwa Kondensasi atau Pengembunan. Contoh : Hujan.

3. Padat

    Padat merupakan materi terakhir dengan kecepatan molekul Sangat lambat. Padat terbentuk dari Cair yang dimana kecepatan molekulnya mulai lambat sampai dengan kehilangan kecepatan, dan suhu nya pun mencapai titik beku yaitu 0° C/F. 


    Apabila awal nya merupakan Gas - Cair - Padat. Kita bisa membalikan keadaan tersebut menjadi Padat - Cair - Gas. Bagaimana? Dengan cara menaikkan suhu tersebut menjadi titik tertinggi atau titik lebur maka materi tersebut akan berubah. apabila dari padat menjadi cair disebut proses mencair dengan keadaan dimana si padat mencapai titik didih. jika cair menjadi gas disebut proses Menguap dimana si cair mencapai titik lebur.

TERMODINAMIKA

 TERMODINAMIKA Energi      Segala sesuatu di dunia ini sangat bergantung kepada energi.  Tiap hari kita selalu berhubungan dengannya. Energi...